Interaksi Obat dan Makanan

Saat ini saya sedang membantu seorang teman mengerjakan bahan presentasi PKMRS (Pelayanan Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit) tentang interaksi obat dan makanan, jadi sekalian deh dishare di blog 🙂

Dalam masyarakat, pemakaian dua obat atau lebih atau penggunaan obat bersamaan dengan makanan tertentu sering terjadi. Hal ini memungkinkan terjadinya interaksi baik itu interaksi obat-obat maupun obat-makanan. kali ini saya akan lebih membahas tentang interaksi obat dan makanan.

Pada prinsipnya ada 2 kemungkinan interaksi obat dan makanan, yang pertama adalah interaksi yang dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan khasiat atau manfaat obat. Yang kedua adalah meningkatkan efek dari obat itu sendiri seperti membantu penyerapan obat tersebut, hal ini dapat berpengaruh pada peningkatan efektifitas obat tersebut. Namun jika obat tersebut memiliki efek terapi yang sempit maka hal ini dapat menyebabkan toksisitas.

Nah…berikut beberapa contoh obat-obat yang berinteraksi dengan makanan:

Orang yang menggunakan obat pengencer darah warfarin seharusnya tidak mengkonsumsi secara bersamaan makanan yang banyak mengandung vitamin K seperto brokoli, atau bayam. Vitamin K membantu pembekuan darah, sehingga melawan efek dari obat warfarin. Efek yang sebaliknya terjadi dengan vitamin E, bawang dan bawang putih, karena bahan-bahan ini menghaslkan efek yang mirip dengan efek warfarin. Konsumsi dalam jumlah besar dari makanan ini dapat menyebabkan efek warfarin menjadi terlalu kuat.

Penderita penyakit jantung yang sedang meminum obat digoxin, sebaiknya menghindari mengkonsumsi havermut-oatmeal. Kandungan serat tinggi di dalam havermut diketahui dapat menghambat proses absorpsi obat.

Obat antihipertensi ACEinhibitor (captopril dan golongannya=capoten, vasotec,accupril) jangan diminum bersama jus buah atau sayuran yang mengandung tinggi kalium/potasium (pisang, jeruk, sayuran berhijau daun).

Susu ketika menggunakan obat antibiotik tetrasiklin, calcium yang ada dalam susu akan mengikat tertrasiklin, membentuk senyawa yang tidak mungkin dapat diserap oleh tubuh ke dalam darah. Sehingga efek yang diharapkan dari obat tetrasiklin tidak akan terjadi.

Meminum segelas jus citrus bersamaan dengan suplemen yang mengandung zat besi akan sangat bermanfaat karena vitamin C yang ada dalam jus akan meningkatkan penyerapan zat besi.

Advertisements